top of page

Our Story

Anatta~Gotama Foundation Bali (AGF) was founded in 1998 by Bapak Ngurah Agung — our Ajik.
 

It began with a simple, heartfelt concern: how to share the flame of awareness he had realized with anyone who might need it.
 

At first, there was only writing. Ajik wrote ceaselessly. His reflections were shared through Yahoo Groups mailing lists and as a regular contributor to Majalah Buddhis Indonesia (Indonesia's Buddhist Magazine) and Majalah Hindu Dharma (Hindu Dharma Magazine), before finding a wider home in the digital age through our Facebook Pages — Anatta~Gotama Foundation and Berkas Cahaya Kesadaran.
 

The name itself is not a legal entity, but a movement — born from deep contemplation.
 

Anatta — No-Self. The realization that there is no separate self.
 

Gotama — We read it as Gaharu and Utama. From the Sanskrit uttama, meaning the highest, the most noble, and aguru, the precious fragrant wood. For us, Gotama points to our true abode: the Four Sublime Abodes, the Brahmavihara — Metta (loving-kindness), Karuna (compassion), Mudita (sympathetic joy), and Upekkha (equanimity). To dwell in them is to dwell in our true home. And to dwell there fully is to realize Anatta.
 

Foundation — A foundation of right understanding.

We hold that understanding shapes our thoughts, thoughts shape our speech, and speech shapes our actions. With right view as our foundation, we can contribute to a better world for generations to come.
 

Today, in a world that moves fast — automated, accelerated, and shaped by A.I. (Artificial Intelligence) — the wisdom of our ancestors feels more urgent than ever.
 

On May 30, 2025, our Ajik passed away. From that loss, we, his spiritual family, made a vow: to keep this flame alive.
 

What began on Facebook with 25,000 followers now continues here, as a bilingual offering. So that what was entrusted to us may endure — and remain open to anyone, from anywhere.
 

AGF is not a course to be finished, but a home to return to. It is a space for us to grow together — to deepen our spiritual awareness, to know ourselves more honestly, and to learn how to live that understanding in our everyday life. Whether you are just beginning or have walked this path for years, you are welcome here.

— TENTANG KAMI —

Anatta~Gotama Foundation Bali (AGF) didirikan sekitar tahun 1998 oleh Bapak Ngurah Agung, Ajik kami.


Semua berawal dari sebuah keprihatinan yang sederhana dan mendalam: bagaimana agar nyala cahaya kesadaran yang Beliau realisasikan dapat dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan.
 

Pada awalnya hanya ada tulisan. Ajik menulis dan terus menulis. Tulisan-tulisan Beliau dibagikan melalui mailing list Yahoo Groups dan sebagai kontributor rutin Majalah Buddhis Indonesia dan Majalah Hindu Dharma, hingga akhirnya bertumbuh di era digital melalui Facebook Page Anatta~Gotama Foundation dan Berkas Cahaya Kesadaran.
 

Nama Anatta~Gotama Foundation sendiri bukanlah sebuah badan hukum, melainkan sebuah gerakan yang lahir dari perenungan yang mendalam.
 

Anatta berarti Tanpa-Aku, Non-Self.

Gotama kami maknai dari gabungan kata Gaharu dan Utama. Dalam Bahasa Sansekerta, uttama berarti "tertinggi", "terbaik", atau "mulia", dan gaharu berakar dari kata aguru, kayu wangi yang bernilai tinggi.

Bagi kami, Gotama menunjuk pada kediaman utama yang sesungguhnya di dalam diri, yaitu empat kualitas batin luhur (Brahmavihara): Metta (cinta kasih), Karuna (welas asih), Mudita (kegembiraan simpatik & empati), dan Upekkha (keseimbangan batin). Berdiam di dalamnya adalah berdiam di rumah kita yang sejati. Yang merealisasikan Tanpa aku (Anatta).

Foundation berarti fondasi itu sendiri — dasar dari pemahaman yang benar.

Kami meyakini, pemahaman melahirkan pemikiran, pemikiran melahirkan ucapan, dan ucapan melahirkan perbuatan. Dengan fondasi pandangan yang benar, kita bisa turut menciptakan masyarakat dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang.
 

Kini, di dunia yang bergerak serba cepat — otomatis dan didorong oleh A.I. (Artificial Intelligence) — kebijaksanaan para leluhur terasa lebih relevan dari sebelumnya.

Pada tanggal 30 Mei 2025, Ajik kami berpulang. Dari rasa kehilangan yang mendalam itu, kami, putra-putri spiritual Beliau, membulatkan tekad untuk menjaga agar nyala api kesadaran ini tetap hidup bagi generasi berikutnya.
 

Komunitas yang berawal di Facebook dengan 25.000 followers, kini kami lanjutkan di sini sebagai persembahan dwi-bahasa. Agar apa yang telah dititipkan kepada kami dapat lestari — dan tetap terbuka bagi siapa saja, dari mana saja.

AGF bukanlah sebuah kursus yang harus diselesaikan, melainkan sebuah rumah untuk kembali. Ini adalah wadah bagi kita untuk tumbuh bersama — untuk memperdalam kesadaran spiritual, untuk mengenal diri kita dengan lebih jujur, dan untuk belajar menghidupi pemahaman itu dalam keseharian. Baik Anda baru memulai maupun telah lama berjalan di jalan ini, selamat datang.

Foto Ajik1.webp

Bapak Ngurah Agung — whose Dharma name is Anatta Gotama, and affectionately called Ajik by all of us.
 

Anatta Gotama is the founding teacher of the AGF Community. His journey into the depths of non-dual awareness began right here in the heart of Bali, blooming into a lifelong dedication to learning, practicing, and sharing the simple, direct realization of no-self.
 

He was not only a teacher & writer, but also a prolific translator. Among his important works were the translation of the ancient Yogasutra of Patanjali into Indonesian, published by Bhuana Ilmu Populer (BIP) - Gramedia Group as "Kidung Kelepasan Patanjali", as well as the talks of J. Krishnamurti.
 

Ajik means Father in Balinese. And that is exactly who he was to us — a spiritual father who patiently guided us, opened our understanding, and showed us the way home. His teachings have touched many because they are simple, grounded, and applicable to modern life — at work, in relationships, and in daily living. Through his presence and guidance, thousands have discovered that the peace they seek is already here, resting in the silence of the present moment.
 

Ajik passed away on May 30, 2025. Today, his teachings and works are continued by his spiritual family.

Bapak Ngurah Agung — dengan nama Dharma Anatta Gotama, dan dengan penuh kasih kami sapa sebagai Ajik.
 

Anatta Gotama adalah guru pendiri Komunitas AGF. Perjalanan Beliau menyelami kedalaman kesadaran non-dual dimulai tepat di sini, di Bali, dan bertumbuh menjadi sebuah dedikasi seumur hidup untuk belajar, berlatih, dan berbagi realisasi sederhana dan langsung tentang tanpa-aku.
 

Beliau bukan hanya seorang guru & penulis, tetapi juga seorang penerjemah yang produktif. Salah satu karya penting Beliau adalah menerjemahkan naskah kuno Yogasutra Patanjali ke dalam Bahasa Indonesia, yang diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer (BIP) - Kelompok Gramedia dengan judul "Kidung Kelepasan Patanjali" serta ceramah-ceramah J. Krishnamurti.
 

Ajik adalah panggilan untuk Ayah dalam bahasa Bali. Dan memang seperti itulah Beliau bagi kami — seorang Ayah spiritual yang dengan sabar membimbing kami, membuka pemahaman kami, dan menunjukkan jalan pulang.
 

Ajaran Beliau menyentuh banyak orang karena bahasanya yang sederhana, membumi, dan dapat diterapkan dalam kehidupan modern — di tempat kerja, di dalam hubungan, dan dalam keseharian. Melalui kehadiran dan bimbingan Beliau, ribuan orang menemukan bahwa kedamaian yang mereka cari sebenarnya sudah ada di sini, beristirahat dalam keheningan saat ini.
 

Ajik berpulang pada tanggal 30 Mei 2025, dan kini ajaran serta karya-karya Beliau diteruskan oleh keluarga spiritualnya.

Mindfulness

Kesadaran Penuh

Community

Kebersamaan

Emptiness

Kekosongan

bottom of page